WAHYU Article: Mematahkan Fenomena Muslim Musiman

Kawan, telah pergi jauh sang Ramadhan, sejauh perjalanan 11 bulan lamanya. Kini, saudaranya, Syawal tiba menyapa. Mencoba menghibur hamba-hamba Allah, ala kadarnya. Banyak orang-orang yang beriman yang terharu, dan merasa ngga tega menyaksikan adegan perpisahan ini. Bagaimana tidak? Tak ada duplikasi amal sholeh seperti pada bulan Ramadhan, tak ada keberkahan ekstra seperti pada bulan Ramadhan, tak ada kenikmatan seperti nikmatnya pada bulan Ramadhan, tak banyak orang yang insyaf seperti mereka yang berjanji akan insyaf saat Ramadhan.

Sayangnya, harapan sang Syawal ternyata tak sebaik yang dilaksanakan Ramadhan. Mereka yang insyaf di bulan Ramadhan, tapi tergelincir karena nafsu yang terpendam. Yang ditahan saat Ramadhan, dan dilampiaskan setelah Ramadhan. Karena "disbalance of faith" yang telah mendestruktif fokusnya iman, sehingga jatuh kembali ke liang kekufuran.

Sebenarnya mereka juga yang salah, karena ngga memanfaatkan moment terbaik saat Ramadhan untuk istiqomah dan mendalami ilmu agama. Mereka yang mencoba bangkit, tapi tak punya ambisi untuk menghadapi ujian. Tak punya rasa dehidrasi akan ilmu agama, kurang ilmu agama, akan berkurang pula akhlaq. Dan akhirnya, niat untuk berislam secara kaffah, tak sebaik seperti yang dipikirkan.

Mereka yang mencoba bangkit di bulan Ramadhan, tapi tak bisa memproteksi dirinya dari pergaulan serba keduniawian dan kepuasan semata. Yang hanya bisa menguras iman. Lama-kelamaan, back to zero again. Susah sendiri.

Sebenarnya kita juga yang salah. Kita yang sudah insyaf, terkadang ngga mau peka dengan saudaranya sendiri. Ya, ana juga mengaku bersalah juga di perkara ini. Memang di dalam benak kita itu cukup mudah, tapi karena syaitan terus menggoda dengan berbagai ilusi yang destruktif dan depresif, kita jadi agak bimbang untuk menasehati mereka.

Padahal, jika kawan kita sedang terancam imannya, kita wajib menasehati, ingatin, dakwahin. Karena ada suatu hadits yang nerangkan kayak gini:

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya yang mukmin." (Riwayat Abu Dawud dengan sanad hasan.)
Dari Abu Hamzah Anas bin Malik rodhiallohu ‘anhu pelayan Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidaklah sempurna keimanan salah seorang di antara kamu sehingga ia mencintai bagi saudaranya (sesama muslim) segala sesuatu yang dia cintai bagi dirinya sendiri.(HR. Bukhori dan Muslim)
Ketahuilah, Rasulullah bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam.” (Shahih Muslim No.4685)
“Seorang mukmin terhadap mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan di mana bagiannya saling menguatkan bagian yang lain”. (Shahih Muslim No.4684)

So, kita harus menyelamatkan ssaudara Muslim kita, kawan. Karena menjadi Muslim adalah sebuah pilihan yang Allah tentukan, laksanakan sebaik-baiknya. Jangan putus di jalan, karena kebahagiaan menjadi insan yang beriman tak mengenal berhenti. Nasehatilah semampu kita. Lewat sosmed oke-oke aja lah, tapi jangan dengan perkataan yang menyinggung. Jika ngga dapat, mari kita reparasi diri kita dulu. Jadilah Muslim yang baik, yang bisa memberi contoh ke kawan-kawan kita. Semoga bisa menjadi asbab hidayah bagi kawan-kawan semua. Aamiin.

Jadilah Muslim permanen, kawan. Jangan menjadi Muslim musiman, yang hanya insyaf saat Ramadhan saja. Karena hakikatnya Ramadhan adalah bulan latihan, 11 bulan berikutnya adalah bulan ujian.

Di akhir artikel ini, jangan lupa doain ya, semoga saudara Muslim kita di Palestina, Suriah, Mesir, dan di negara lain yang sedang tertindas, bisa kuat menegakkan kalimat Allah, dan senantiasa selalu dalam lindungan Allah. Kita doain juga saudara Muslim Rohingya kita, dan juga negara kita ini, Indonesia. semoga Allah menguatkan aqidah kita dan mereka (Muslim Rohingya) dan selalu dalam lindungan Allah pula. Aamiin.

Oh iya. Yang mau temanan sama ana di medsos, langsung aja ya di:
LINE: wahyu.km_
FBWahyu Kharisma M

Komentar

Pengen nyari pembahasan seputar agama Islam?

Pengen nyari pembahasan seputar agama Islam?
Di-Yufid aja.

Mohon doakan saudara kita yang sedang mengalami kesulitan

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عُمَرَ بْنِ حَفْصٍ الْوَكِيعِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَرِيزٍ عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) yang berjauhan, melainkan malaikat akan mendoakannya pula: 'Dan bagimu kebaikan yang sama.' (HR.Muslim : 4912)